Inilah Fakta yang Perlu Diketahui Tentang BPJS Kesehatan Perusahaan

BPJS sudah menjadi andalan dalam mendapatkan pengobatan berbagai jenis penyakit saat ini. Dengan murahnya biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat kecil, namun semua anggota bisa mendapatkan pengobatan secara total tanpa pandang bulu di rumah sakit. Selain BPJS Kesehatan untuk masyarakat umum, ada juga BPJS Kesehatan Perusahaan atau biasa disebut dengan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan ini adalah perubahan dari yang sebelumnya disebut Jamsostek sejak 1 Januari 2014 yang lalu.

Penggunaan BPJS Ketenagakerjaan ini adalah hal penting baik bagi pengusaha, hingga karyawan yang bekerja untuk mereka. BPJS bisa melindungi semua anggotanya dari beragam resiko yang mungkin terjadi pada kedua belah pihak sehingga hak dan kewajibannya bisa terjaga dengan lebih baik. BPJS Ketenagakerjaan ini khusus diperuntukkan bagi pekerja dan juga pemilik lapangan kerjanya sehingga dapat menjadi solusi dalam permasalahan di dunia kerja karena besarnya perlindungan yang mampu diberikan karena segala hal dan resiko bisa selalu terjadi kapanpun di pekerjaan.

Seperti halnya jenis asuransi lainnya, BPJS Kesehatan Perusahaan ini juga menerapkan sejumlah iuran dimana besaran nya sebetulnya tidak terlalu besar karena akan disesuaikan dengan gajinya sehingga tidak akan membebani. Karena murahnya biaya dalam iuran ini, animo masyarakat untuk memiliki BPJS Ketenagakerjaan ini pun semakin meninggi. Berikut ini fakta penting terkait BPJS Ketenagakerjaan:

  1. Angka kecelakaan kerja cukup tinggi

Sebagaimana yang Anda tahu, jika angka kecelakaan kerja yang kerap terjadi di Indonesia jumlahnya begitu tinggi. Berdasarkan data tahunan yang ada, angka kecelakaan kerja bisa mencapai 103.000 orang setiap tahunnya. Belum lagi kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian bisa berjumlah 2.400 orang per tahun. Jika diratakan, maka setiap hari ada 8 pekerja meninggal karena kecelakaan kerja. Untuk mengantisipasi hal inilah BPJS Ketenagakerjaan hadir sebagai solusi sehingga yang bersangkutan bisa mendapatkan santunan dan bantuan jika butuh pengobatan ataupun meninggal.

  1. Jumlah peserta terus meningkat

Berdasar data BPJS di tahun 2007, jumlah pekerja yang sudah aktif sebagai peserta adalah sekitar 7,7 juta pekerja. Jumlah ini mengalami peningkatan cukup besar di tahun 2010 dimana tercatat 9,3 juta pekerja yang telah mendaftarkan diri. Hingga saat ini jumlahnya terus meningkat seiring dengan kesadaran akan pentingnya manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan.

  1. Besarnya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Berbeda dengan jenis asuransi lain dimana perlindungan akan terbatas pada hal tertentu saja, namun BPJS Ketenagakerjaan ini memberikan perlindungan luas mulai dari kecelakaan ketika kerja, persalinan, hamil, cacat fisik, pensiun hingga kematian.

  1. Dapat diikuti non pekerja

Program BPJS Ketenagakerjaan bahkan juga bisa diikuti oleh mereka yang bukan pekerja atau karyawan perusahaan karena bisa juga diikuti pebisnis, wiraswasta, pengusaha hingga profesi lainnya yang nantinya iuran akan disesuaikan dengan upah minimumnya.

  1. Dana JHT

Untuk semua peserta BPJS Ketenagakerjaan, berhak untuk mendapat dana JHT dengan jumlah dari hasil pengumpulan iuran selama mereka menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Nantinya jumlah tersebut masih ditambah lagi dengan pengembangan selama dana dipegang oleh BPJS. Dana ini akan bisa didapatkan ketika sudah berumur 55 tahun, dipecat sebelum usia 55 tahun, mendapatkan cacat total atau sudah meninggal dunia.

Itulah fakta penting terkait BPJS Kesehatan Perusahaan. Melihat pentingnya BPJS Ketenagakerjaan ini, maka pastikan jika Anda juga terdaftar menjadi peserta sehingga Anda bisa mendapatkan perlindungan serta jaminan yang luas dalam hal pengobatan.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *