Koperasi Simpan Pinjam Adalah Tujuan Pertama yang Butuh Pinjaman

Lembaga keuangan di dunia yang serba modern ini telah berkembang dengan sangat pesat dan memunculkan ragam jenis lembaga mulai dari bank, lembaga finance, koperasi, hingga lembaga keuangan secara online. Meski begitu, tak dapat dipungkiri jika sampai saat ini masyarakat lebih suka untuk meminjam uang di koperasi. Bisa dibilang jika koperasi simpan pinjam adalah tujuan pertama untuk masyarakat karena melayani pinjaman dengan jumlah kecil sekalipun sehingga semua kalangan masyarakat bisa berkesempatan meminjam di sana.

Faktanya, kini ini sudah koperasi yang ada di masyarakat. Transaksi simpan pinjam tentu adalah transaksi terbanyak yang ada di koperasi. Koperasi simpan pinjam pun ini seringkali disebut pro terhadap rakyat karena kebanyakan anggotanya adalah rakyat kecil. Berdasarkan aturan UU, koperasi simpan pinjam membolehkan semua orang menjadi anggota tanpa pandang status, pekerjaan dan lainnya sehingga tak heran jika anggotanya meluas. Kekuasaan tertinggi pada koperasi adalah pada anggotanya karena prinsipnya menganut kekeluargaan dan gotong royong. Nantinya anggota pun bisa mendapat keuntungan koperasi dimana dibagi sesuai rapat anggota secara adil.

Perlu diketahui jika untuk bisa menjalankan usaha koperasi, modalnya adalah terdiri dari:

  • Simpanan Pokok – simpanan ini dibayar ketika pertama kali oleh anggotanya koperasi dimana pembayaran hanya sekali saja.
  • Simpanan Wajib – simpanan ini adalah simpanan yang dibayar setiap anggota koperasi secara kontinyu lantaran dilakukan setiap bulan.
  • Simpanan Sukarela – jenis simpanan ini mirip tabungan dimana diberi jumlah dan dalam segi waktu tidak ditentukan.
  • Dana cadangan – dana ini merupakan dana yang sisa hasil usaha (SHU) serta tidak dibagi kepada anggotanya namun dipakai dalam penambahan modal yang digunakan berjalannya usaha koperasi.
  • Modal pinjaman – dana ini adalah yang diproses para pengurus koperasi ke pihak lainnya misalnya bank, lembaga keuangan dan bahkan penyalur dana lainnya.
  • Hibah atau donasi – dana ini adalah yang diberikan orang lain ke koperasi.

Itulah sekilas pengetahuan tentang koperasi. Kini sudah jelas alasan mengapa koperasi meninggikan anggotanya dan menggunakan prinsip gotong royong karena memang sumber dana utamanya adalah berasal dari para anggota dan nantinya juga untuk anggota. Koperasi simpan pinjam adalah lembaga keuangan yang sudah lama ada di Indonesia dan memberikan pengaruh penting bagi perekonomian. Dalam menjalankan usaha, koperasi juga memberi pinjaman pada para anggota dimana ada mekanismenya tersendiri.

Jika dulu koperasi hanya bisa meminjamkan dana sebatas ke anggotanya saja, namun kini yang bukan anggota pun bisa meminjam dana di koperasi sehingga layanannya lebih meluas. Untuk meminjamkan dana, beberapa persyaratan wajib dibawa oleh calon peminjam seperti:

Berstatus sebagai anggota koperasi. Syarat menjadi anggota koperasi pun mudah yaitu:

  • WNI

  • Keanggotaannya bersifat perorangan (bukan badan hukum).

  • Bersedia untuk membayar sejumlah uang sesuai ketentuan yakni untuk simpanan pokok dan wajib.

  • Menyetujui anggaran, syarat dan ketentuan yang ada di koperasi.

  • Mengisi formulir khusus untuk keperluan pinjaman.

  • Melampirkan KTP fotokopi suami dan istri apabila sudah menikah.

  • Melampirkan KK, rekening listrik, hingga slip gaji dan agunan dimana semuanya berbentuk fotokopian.

Itulah sekilas tentang koperasi simpan pinjam dan syarat peminjamannya yang perlu Anda ketahui. Ternyata tidak sulit dan rumit bukan? Koperasi simpan pinjam adalah solusi bagi masyarakat luas yang butuh uang dalam kondisi darurat. Bunga yang berlaku juga masih pro rakyat sehingga tidak terlalu besar nilainya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *