Perbedaan Pajak Motor Online dan Offline

Pajak motor online memang menjadi salah satu kemajuan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat mengenai perpajakan. Pajak secara online sendiri belum lama muncul dan respon dari masyarakat sendiri bervariasi. Sebagian masyarakat mengungkapkan kemunculan sistem ini memang sangat membantu, tetapi ada pendapat lain yang memang mungkin belum paham mengenai langkah atau cara dalam pemanfaatan sistem baru ini. Hal itu dapat dijadikan wajar karena memang belum banyak sosialisasi yang telah dilakukan oleh pihak Samsat sendiri.

Disamping sosialisasi yang kurang, penggunaan sistem ini juga belum dapat dilakukan diseluruh daerah yang ada di Indonesia. Baru beberapa daerah saja yang sudah dapat memanfaatkan kemudahan membayar pajak melalui online ini. Hal ini memang masih terus dikembangkan oleh pihak pemerintah Samsat sendiri. Banyak lagi yang masih perlu perbaikan tentu dengan tujuan utama yaitu kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam pelayanan yang diberikan ini.

Dengan kemunculan sistem online bukan berarti sistem yang lama itu ditiadakan, hanya saja sebagai alternative masyarakat untuk memudahkan dalam melakukan prosesnya. Banyak sekali pengaruh setelah adanya sistem online baik dari pihak Samsat ataupun dari masyarakat sendiri.

Berikut Perbedaan antara Pajak motor online dengan tidak online :

  1. Waktu

Dalam prosesnya tentu semua juga telah memahami sistem offline sangat membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Karena harus datang langsung ke kantor Samsat kemudian melakukan pengantrian yang panjang untuk menyelesaikan prosesnya. Ya, sudah menjadi hal umum kalau semua pelayanan masyarakat harus mengalami yang namanya antri apalagi di Samsat, karena semakin banyaknya orang yang mempunyai kendaraan bermotor saat ini. Untuk sistem pajak motor online sendiri mempunyai waktu dan tenaga pengerjaan yang lebih sedikit. Karena semuanya dilakukan melalui internet yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Tetapi untuk penggantian kartu STNK tetap harus ke Samsat daerah terdekat.

  1. Biaya

Kalau untuk biaya dalam administrasi pajaknya sendiri tentu akan sama, tetapi biaya untuk prosesnya yang berbeda. Bisa dilihat untuk sistem offline harus pergi ke Samsat langsung dan itu tentunya juga memerlukan biaya transportasi. Belum lagi kalau antrian yang tidak terbatas harus menggunakan proses ilegal yaitu membayar calo. Dari kedua kasus tersebut saja tentu sudah membedakan mengenai biaya yang dikeluarkan. Kalau melalui online hanya biaya internet yang dibutuhkan dan harganya juga jauh lebih murah dibandingkan dengan harus membayar seorang calo.

  1. Kecepatan

Dari waktu dan biaya yang ada di penjelasan diatas tentunya dalam kecepatan juga dapat dibayangkan sendiri. Melakukan sistem offline yang kecepatan prosesnya tergantung pada antrian padahal antrian setiap harinya sudah banyak menjadi hal umum. Sebaliknya jika dalam sistem online akan lebih cepat dalam prosesnya, hanya dengan membuka situs kemudian memasukan nomor plat lalu mendapatkan informasi mengenai pembayaran dan terakhir mentransfer sejumlah uang yang telah ditentukan.

Itulah beberapa perbedaan dari sistem pembayaran pajak motor online dan offline, keduanya tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tujuan pemerintah mengadakan sistem ini yaitu agar lebih terciptanya keadaan yang kondusif di Samsat dengan dapat melakukan pengerjaan pembayaran pajak luar Samsat. Terbukti munculnya sistem ini dapat mengurangi banyak sekali antrian yang biasanya setiap hari selalu memenuhi kantor Samsat daerah. Harapan sebagai masyarakat semoga sistem ini dapat dilaksanakan dan dirasakan masyarakat diseluruh daerah Indonesia.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *